Apakah fasilitas IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) atau WWTP di pabrik Anda sering bermasalah? Misalnya, air buangan (effluent) masih berwarna pekat, berbuih, berbau busuk, atau bakteri pengurainya sering mati mendadak?
Jika ya, Anda sedang berhadapan dengan risiko hukum yang sangat besar.
Membuang air limbah yang belum memenuhi Baku Mutu ke sungai atau selokan warga adalah pelanggaran berat. Masyarakat bisa melaporkan perusahaan Anda, dan sanksi dari Dinas Lingkungan Hidup (pembekuan izin hingga pidana) siap menanti.
Akar masalah dari sering rusaknya sistem IPAL biasanya bukan pada mesinnya, melainkan pada kompetensi operator yang menjalankannya. Itulah mengapa pemerintah menetapkan syarat wajib bagi setiap operator IPAL untuk memiliki Sertifikasi POPAL BNSP.
Apa Itu Sertifikasi POPAL BNSP?
POPAL adalah singkatan dari Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah.
Ini adalah lisensi kompetensi resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yang ditujukan bagi para eksekutor di lapangan (Operator IPAL). Sertifikat ini adalah bukti sah bahwa pekerja tersebut tahu persis cara mengoperasikan, merawat, dan mengatasi masalah teknis di bak pengolahan air limbah.
Mengurus IPAL tidak sama dengan mengurus kolam renang biasa. Di dalam IPAL terdapat proses kimia dan biologi yang sangat sensitif. Jika salah penanganan, sistem bisa lumpuh total.
Mengapa Operator IPAL Tidak Boleh Belajar Otodidak?
Banyak perusahaan menunjuk staf maintenance biasa untuk menjaga IPAL bermodalkan belajar dari pengalaman. Ini adalah kesalahan fatal karena:
- IPAL Membutuhkan Feeling Biologi & Kimia: Operator harus paham berapa takaran obat kimia (koagulan/flokulan) yang pas. Jika menggunakan IPAL biologi, mereka harus tahu cara memberi makan bakteri aerasi agar bakteri pemakan limbah tersebut tidak mati keracunan.
- Kepatuhan Regulasi (Compliance): Berdasarkan aturan pemerintah (Permen LHK), personel yang mengoperasikan instalasi pengendalian pencemaran air WAJIB memiliki sertifikat kompetensi. Tanpa sertifikat ini, nilai PROPER perusahaan Anda akan otomatis anjlok.
- Mencegah Pemborosan: Operator yang tidak kompeten cenderung membuang-buang bahan kimia (chemical dosing yang berlebihan) atau membiarkan pompa menyala tanpa henti. Operator bersertifikat POPAL tahu cara melakukan efisiensi energi dan bahan kimia.
Tugas Utama Seorang Ahli POPAL
Setelah lulus dari pelatihan ini, operator Anda akan memiliki kemampuan standar nasional untuk:
- Mengoperasikan peralatan IPAL (pompa, blower aerasi, mixer) dengan aman.
- Melakukan uji kualitas air secara mandiri (mengukur pH, suhu, dan kekeruhan) sebelum dibuang ke sungai.
- Menyusun laporan harian operasional (Logbook) yang menjadi syarat wajib jika pabrik diaudit oleh pemerintah.
- Menerapkan K3 (Keselamatan Kerja) di area IPAL, karena gas dari air limbah bisa sangat beracun (seperti gas metana dan H2S).
Kesimpulan
Mesin IPAL seharga miliaran rupiah di pabrik Anda tidak akan ada gunanya jika dioperasikan oleh orang yang tidak paham standar lingkungan. Jangan biarkan pabrik Anda disegel hanya karena kesalahan takaran bahan kimia oleh operator.
Legalkan skill operator lapangan Anda sekarang juga dan raih nilai PROPER Biru/Hijau!
Hubungi Sertifikasi Indonesia hari ini. Bersama mitra resmi kami Veritrust Academyi, kami menyelenggarakan pelatihan dan uji kompetensi Sertifikasi POPAL BNSP. Latih tim Anda agar IPAL berjalan optimal dan pabrik bebas dari teguran lingkungan!

