Site icon Sertifikasi Indonesia

Perbedaan Incident, Accident, dan Near Miss dalam K3

Banyak pekerja masih bingung saat membedakan istilah kecelakaan kerja di lapangan. Faktanya, pemahaman yang benar sangat penting untuk membuat laporan K3. Oleh karena itu, kita harus memahami istilah ini dengan sangat baik.

Padahal, laporan yang salah bisa berdampak fatal pada proses investigasi perusahaan. Dengan demikian, mari kita bahas perbedaan ketiganya secara mendalam. Selanjutnya, kenali definisi masing-masing agar Anda tidak salah tulis laporan!

1. Pengertian Incident (Insiden)

Pertama-tama, mari kita bedah definisi dari istilah insiden secara umum. Secara singkat, incident adalah sebuah kejadian tidak terencana di tempat kerja.

Kejadian ini memiliki potensi besar untuk menyebabkan cedera atau kerusakan aset. Kesimpulannya, istilah ini adalah payung besar dari semua kejadian tidak normal.

2. Pengertian Accident (Kecelakaan)

Berikutnya, accident merupakan bagian spesifik dari sebuah kejadian insiden. Berbeda dengan sebelumnya, kejadian ini sudah pasti menimbulkan kerugian nyata.

Contohnya, pekerja mengalami patah tulang atau mesin pabrik tiba-tiba meledak. Pada akhirnya, accident adalah situasi buruk yang sangat dihindari oleh semua perusahaan.

3. Pengertian Near Miss (Hampir Celaka)

Sementara itu, near miss lebih sering disebut sebagai kejadian hampir celaka. Faktanya, kejadian berbahaya ini tidak menimbulkan cedera atau kerusakan sedikit pun.

Misalnya, sebuah palu berat jatuh tepat di sebelah kaki pekerja proyek. Oleh sebab itu, kejadian ini menjadi peringatan keras untuk segera diperbaiki.

Cara Mencegah Kecelakaan Kerja di Lapangan

Agar lebih aman, perusahaan harus mengambil langkah pencegahan yang sangat tepat. Berikut adalah tiga cara efektif untuk menghindari kerugian fatal di tempat kerja:

1. Melakukan Pelaporan Secara Rutin

Pertama, pekerja wajib melaporkan setiap kejadian near miss sekecil apa pun. Sebab, data ini sangat berguna untuk evaluasi sistem manajemen risiko. Oleh karena itu, budaya lapor ini harus terus dibina setiap harinya.

2. Memakai Alat Pelindung Diri (APD)

Kedua, penggunaan perlengkapan keselamatan adalah sebuah aturan yang sangat mutlak. Faktanya, APD yang berstandar bisa menyelamatkan nyawa saat terjadi accident. Dengan demikian, pengawasan pemakaian alat ini harus sangat ketat.

3. Mengikuti Pelatihan K3 Resmi

Ketiga, perusahaan wajib memiliki ahli keselamatan yang benar-benar kompeten. Pada akhirnya, edukasi berkelanjutan adalah kunci utama untuk mencegah semua insiden.

Wujudkan Lingkungan Aman Bersama Veritrust Academy!

Memahami perbedaan ketiga istilah ini adalah langkah awal yang sangat baik. Namun, Anda butuh pengetahuan lebih dalam untuk mengelola sistem keselamatan industri.

Hubungi Sertifikasi Indonesia sekarang juga! Oleh sebab itu, segera tingkatkan kompetensi Anda bersama Veritrust Academy hari ini. Kami menyediakan Pelatihan Ahli K3 Umum (Kemnaker & BNSP) terbaik di Indonesia.

Selain itu, tersedia juga berbagai program K3 Spesialis sesuai kebutuhan Anda. Lulusan kami dipastikan sangat handal dalam melakukan investigasi kecelakaan. Akhirnya, amankan karir Anda dan wujudkan area kerja nihil kecelakaan sekarang juga!

Baca juga: Veritrust Academy: PJK3 Termurah Nomor 1 di Indonesia!

Exit mobile version