Site icon Sertifikasi Indonesia

Penerapan K3 Listrik di Tempat Kerja

Untuk meningkatkan keselamatan kerja di tempat kerja, kita tentu perlu membuat rencana kerja, mengidentifikasi potensi bahaya, membangun komunikasi dan meningkatkan pengawasan. Pekerja harus mengerti Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik atau K3 Listrik untuk menghindar terjadi kecelakaan kerja listrik di tempat kerja.

Namun, listrik juga menyimpan potensi bahaya yang cukup menyeramkan kalau kita abai. Mulai dari kesetrum, peralatan yang mendadak rusak, sampai korsleting yang bisa memicu kebakaran besar. Biar tempat kerja kamu tetap aman dan jauh dari insiden yang tidak diinginkan, berikut beberapa tips K3 listrik di tempat kerja yang bisa diterapkan:

1. Jangan Malas Cek Instalasi Secara Berkala

Jangan menunggu kabel meleleh atau lampu meledak baru sibuk mencari tukang listrik. Perusahaan ada baiknya membuat jadwal rutin untuk mengecek jaringan listrik minimal setahun sekali. Pastikan pengecekan ini dipegang oleh orang yang benar-benar ahli atau pengawas yang kompeten. Jadi, kalau ada kabel yang terkelupas atau panel yang mulai berkarat, bisa langsung ketahuan dan dibereskan sebelum berubah menjadi masalah besar.

2. Hindari Colokan Menumpuk (Overload)

Kebiasaan sepele yang sering banget bikin celaka adalah mencolokkan terlalu banyak steker atau cabang (T-plugin) di satu lubang stop kontak. Kalau bebannya terlalu berat (overload), kabel bakal cepat panas, membuat lapisan pelindungnya meleleh, dan gampang sekali memicu percikan api. Sebaiknya, bagi beban dayanya secara bijak atau gunakan terminal listrik berkualitas yang sudah dilengkapi sekring otomatis.

3. Jauhkan Air dari Area yang Ada Listriknya

Air itu penghantar listrik yang luar biasa cepat. Oleh karena itu, pastikan sakelar, stop kontak, atau sambungan kabel ditaruh di tempat yang kering dan jauh dari cipratan air atau cairan kimia. Buat kamu yang kerjanya di area agak basah atau lembap, usahakan memakai perangkat listrik berstandar tahan air (waterproof), dan pastikan tangan selalu kering waktu mau mencolok atau mencabut kabel.

4. Wajib Pakai Alat Pelindung Diri (APD) untuk Tim Teknis

Buat rekan-rekan tim maintenance atau siapa pun yang bertugas memperbaiki jaringan, memakai APD itu sangatlah penting, bukan pilihan. Selalu pastikan memakai sarung tangan khusus isolasi, sepatu safety yang solnya aman dari sengatan, dan perkakas (tools) yang memang dirancang khusus untuk kelistrikan. Jangan ambil risiko memakai alat seadanya!

5. Sering-sering Berikan Edukasi ke Karyawan

Diperusahaan harus ada edukasi terhadap karyawan terkait bahayanya listrik di tempat kerja. Dan perlu diadakannya safety briefing rutin. Tujuannya agar semua karyawan lebih merhatikan bahaya-bahaya listrik apabila jika ada tanda-tanda bahaya, misalnya mencium bau hangus, melihat percikan api kecil, atau mendapati kabel yang terasa panas saat dipegang.

Yuk, Wujudkan Safety di Perusahaan!

Menerapkan tips K3 listrik di tempat kerja secara konsisten bukan sekadar formalitas agar lolos aturan pemerintah, melainkan bentuk kepedulian nyata demi keselamatan nyawa semua orang di area kerja. Yuk, ikuti Pelatihan & Sertifikasi K3 Listrik di Sertifikasi Indonesia dan bekerja sama dengan Veritrust Academy kami siap membantu perusahaan kamu menyiapkan tenaga ahli yang kompeten, berlisensi resmi, dan siap menjaga lingkungan kerja selalu aman dari ancaman bahaya listrik!

Baca Juga: Mengenal Apa Itu MSDM: Fungsi Vital dalam Perusahaan

Exit mobile version