Site icon Sertifikasi Indonesia

Jangan Salah Beli! Ini 4 Jenis APAR dan Fungsinya

Coba perhatikan tabung pemadam yang menempel di dinding kantor, ruko, atau pabrik Anda. Faktanya, isi di dalam tabung yang sering berwarna merah muda hingga hitam tersebut sangat berbeda-beda.

Banyak orang awam mengira semua api bisa dipadamkan dengan satu jenis alat saja. Padahal, jika terjadi kebakaran akibat korsleting listrik (Kelas C) dan Anda menyemprotnya dengan APAR berbahan dasar air, api justru berpotensi membesar. Bahkan, Anda bisa tersengat aliran listrik tegangan tinggi!

Oleh karena itu, kesalahan memilih APAR (Alat Pemadam Api Ringan) bisa berakibat sangat fatal dan merugikan aset perusahaan. Untuk mencegah hal tersebut, mari kita bedah 4 jenis APAR dan fungsinya berdasarkan kelas kebakaran yang wajib diketahui oleh setiap staf HRD, General Affairs (GA), dan seluruh pekerja!

Mengenal Kelas Kebakaran Terlebih Dahulu!

Pertama-tama, sebelum memilih jenis APAR, Anda harus tahu sumber apinya berasal dari bahan apa. Secara umum, dalam standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kebakaran dibagi menjadi beberapa kelas:

4 Jenis APAR dan Fungsinya Berdasarkan Warna

Selanjutnya, setelah paham kelas apinya, pastikan Anda menggunakan alat yang tepat. Berikut adalah 4 jenis APAR yang paling umum digunakan di Indonesia:

1. APAR Air / Water (Label Warna Merah)

Sesuai namanya, APAR ini berisi air dengan tekanan tinggi. Selain itu, APAR jenis ini adalah yang paling ekonomis di pasaran.

2. APAR Busa / Foam (Label Warna Krem)

Sementara itu, APAR ini berisi bahan kimia AFFF yang akan membentuk busa tebal saat disemprotkan. Akibatnya, busanya bekerja seperti “selimut” yang menutup oksigen agar api mati lemas.

3. APAR Serbuk Kimia / Dry Chemical Powder (Label Warna Biru)

Di sisi lain, ini adalah “APAR Sejuta Umat” alias APAR serbaguna yang paling sering Anda temui di area perkantoran, mobil, dan perumahan.

4. APAR Karbon Dioksida / CO2 (Label Warna Hitam)

Terakhir, APAR ini berisi gas CO2 bersuhu sangat dingin. Dengan demikian, ia bekerja dengan cara “mengusir” oksigen dari area yang terbakar.

Fakta Pahit: Tabung APAR Tidak Bisa Menolong Sendiri

Meskipun menyediakan APAR yang tepat di setiap sudut ruangan adalah langkah awal yang luar biasa, punya alatnya saja akan sia-sia. Sebab, saat terjadi keadaan darurat, seluruh karyawan seringkali panik, lari berhamburan, dan tidak ada satu pun sistem yang mengatur proses evakuasi.

Kesimpulannya, fasilitas proteksi yang mahal butuh sistem manajemen dan mental manusia terlatih untuk mengoperasikannya.

Kesimpulan: Bangun Sistem Tanggap Darurat Perusahaan Anda!

Pada akhirnya, pemerintah mewajibkan setiap perusahaan memiliki personel tanggap darurat dan sistem manajemen keselamatan yang solid untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa dan kerugian aset.

Hubungi Sertifikasi Indonesia sekarang! Oleh sebab itu, jangan biarkan investasi APAR Anda di kantor hanya menjadi pajangan dinding. Bersama mitra resmi kami Veritrust Academa (PJK3 Resmi Kemnaker RI), kami menyelenggarakan program pembinaan kompetensi kunci untuk perusahaan Anda.

Kami siap melatih tim Anda melalui program Ahli K3 Umum serta Petugas P3K / First Aid. Latih staf Anda hari ini, dan pastikan perusahaan Anda siap menghadapi kondisi gawat darurat tanpa kepanikan!

Baca juga: Apa Itu Offshore? (Gaji & Syarat Kerjanya)

Exit mobile version