Site icon Sertifikasi Indonesia

Beda Warna, Beda Peran: Inilah Arti di Balik Warna-Warni Helm Safety K3

Jika Anda pernah melewati area proyek konstruksi atau kawasan industri, Anda pasti melihat para pekerja menggunakan helm keselamatan dengan warna yang berbeda-beda. Ada yang putih, biru, kuning, merah, dan lainnya. Pernahkah Anda bertanya-tanya, apakah warna-warni tersebut hanya sekadar hiasan atau ada makna khusus di baliknya?

Jawabannya: ya, warna tersebut memiliki arti penting. Meskipun tidak ada standar hukum yang mengikat secara nasional, kode warna helm safety telah menjadi sebuah konvensi atau kebiasaan umum di dunia K3 Indonesia. Tujuannya adalah untuk mempermudah identifikasi peran dan tanggung jawab seseorang di lokasi kerja yang sibuk dan berisiko tinggi.

Pentingnya Helm Safety (Lebih dari Sekadar Warna)

Sebelum kita membahas warna, penting untuk diingat bahwa fungsi utama helm safety adalah untuk melindungi aset paling vital kita: kepala. Helm ini dirancang untuk menahan benturan, kejatuhan benda, dan bahkan sengatan listrik. Warna hanyalah alat bantu identifikasi, namun kualitas dan standar helm adalah jaminan keselamatannya.

Mengupas Tuntas Arti Warna Helm Safety di Proyek

Berikut adalah arti warna helm safety yang paling umum digunakan di berbagai proyek di Indonesia:

Helm Putih

Umumnya digunakan oleh orang-orang dengan jabatan manajerial atau yang memiliki tanggung jawab lebih tinggi di lapangan.

Helm Biru

Biasanya digunakan oleh para supervisor lapangan, pengawas teknis, atau operator yang memiliki keahlian khusus.

Helm Kuning

Ini adalah warna yang paling umum dan paling banyak terlihat di lapangan. Biasanya digunakan oleh para pekerja umum atau operator.

Helm Merah

Warna yang mencolok ini secara khusus diperuntukkan bagi tim K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Tujuannya agar mereka mudah dikenali dalam situasi darurat.

Helm Hijau

Biasanya diasosiasikan dengan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan.

Helm Oranye (Jingga)

Warna cerah ini seringkali digunakan untuk membedakan tamu atau pengunjung yang memasuki area proyek.

PENTING: Apakah Kode Warna Ini Standar Wajib?

Perlu ditekankan bahwa kode warna ini adalah sebuah konvensi atau kebiasaan umum, bukan standar hukum yang baku seperti yang diatur oleh pemerintah. Artinya, beberapa perusahaan mungkin memiliki sistem kode warna internalnya sendiri. Namun, pembagian di atas adalah yang paling lazim dan diterima di sebagian besar proyek di Indonesia.

Yang terpenting bukanlah warnanya, melainkan helm tersebut harus memenuhi standar keselamatan yang berlaku, seperti SNI atau ANSI.

Kesimpulan: Warna Membantu, Standar Melindungi

Mengetahui arti warna helm safety adalah pengetahuan praktis yang sangat berguna di lapangan untuk komunikasi dan koordinasi. Namun, pastikan selalu bahwa helm yang Anda atau tim Anda gunakan adalah bagian dari APD K3 yang sudah teruji dan sesuai standar.

Untuk pemahaman mendalam mengenai standar K3 dan manajemen keselamatan di proyek, pastikan tim Anda dibekali dengan pelatihan yang tepat. Hubungi kami di Sertifikasi Indonesia untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga: Panduan Memilih Sarung Tangan Safety Sesuai Jenis Bahaya

Exit mobile version