POP Pertambangan adalah istilah yang wajib diketahui oleh siapa saja yang bekerja di industri tambang, mulai dari batu bara, nikel, hingga emas.
Banyak pekerja tambang yang karirnya mentok bertahun-tahun hanya sebagai operator alat berat atau staf biasa. Padahal, mereka ingin sekali naik jabatan menjadi Foreman atau Supervisor.
Penghalangnya cuma satu: Mereka belum memiliki sertifikat kompetensi Pengawas Operasional Pertama (POP).
Lalu, apa sebenarnya sertifikasi ini dan kenapa begitu sakti di mata perusahaan tambang? Simak penjelasannya.
Pengertian dan Jenjang Karir
Secara sederhana, POP (Pengawas Operasional Pertama) adalah sertifikasi tingkat dasar bagi seseorang yang akan menduduki jabatan pengawas di area pertambangan.
Sesuai aturan Kementerian ESDM (Kepdirjen Minerba No. 185 Tahun 2019), jenjang pengawas tambang dibagi menjadi tiga:
- POP (Pertama): Untuk level Foreman atau Supervisor (Bawahan langsung para operator).
- POM (Madya): Untuk level Superintendent atau Manager.
- POU (Utama): Untuk level General Manager atau KTT (Kepala Teknik Tambang).
Jadi, POP adalah Gerbang Pertama. Tanpa sertifikat ini, mustahil Anda bisa diangkat menjadi pemimpin regu secara sah.
Kenapa Sertifikat Ini Wajib?
Di industri lain, mungkin Anda bisa jadi bos hanya bermodal pengalaman. Tapi di tambang, itu ILEGAL.
Pemerintah mewajibkan setiap pengawas memiliki sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Tujuannya jelas: Industri tambang sangat berbahaya (High Risk). Seorang pengawas tidak hanya harus jago teknis, tapi harus paham hukum, administrasi, dan keselamatan anak buahnya. Jika terjadi kecelakaan tambang, pengawas yang bersertifikatlah yang tahu cara mempertanggungjawabkannya secara hukum.
8 Materi yang Diujikan
Agar lulus dan mendapatkan sertifikat bergengsi ini, Anda harus menguasai 8 Unit Kompetensi dasar. Jangan khawatir, materinya sangat aplikatif di lapangan:
- Melaksanakan Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Pertambangan.
- Melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab Keselamatan Pertambangan.
- Melaksanakan Pertemuan Keselamatan (Safety Meeting).
- Melaksanakan Investigasi Kecelakaan.
- Melaksanakan Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko.
- Melaksanakan Peraturan Perlindungan Lingkungan Pertambangan.
- Melaksanakan Inspeksi.
- Melaksanakan Analisis Keselamatan Pekerjaan (JSA).
Kesimpulan
Jangan biarkan karir Anda berhenti di posisi operator selamanya. Gaji seorang Supervisor dengan sertifikat POP bisa naik signifikan dibandingkan staf biasa.
Ini adalah investasi sekali seumur hidup yang akan mengubah drastis peta karir Anda.
Siap untuk naik level?
Hubungi Sertifikasi Indonesia sekarang. Bersama mitra kami Veritrust Academy, kami menyelenggarakan Diklat dan Uji Kompetensi POP Pertambangan (Sertifikasi BNSP). Dapatkan bimbingan intensif dari praktisi senior agar Anda Lulus Kompeten 100%.

