Site icon Sertifikasi Indonesia

Apa Itu Environment Officer? Bukan Sekadar Mengurus Limbah

Di era industri modern, isu lingkungan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan inti dari keberlangsungan bisnis. Perusahaan yang gagal mengelola lingkungannya bisa terkena sanksi hukum, denda miliaran, hingga penutupan usaha. Di sinilah peran seorang Environment Officer menjadi sangat vital.

Namun, masih banyak yang salah kaprah mengenai profesi ini. Seringkali, Environment Officer dianggap hanya bertugas “mengurus sampah” atau membersihkan selokan pabrik. Padahal, ini adalah posisi strategis yang membutuhkan keahlian teknis, pemahaman hukum, dan kemampuan manajerial yang tinggi.

Jika Anda tertarik berkarir di bidang ini, artikel ini akan mengupas tuntas apa itu Environment Officer, tugas sebenarnya, dan kompetensi apa yang harus Anda miliki.

Pengertian: Siapa Itu Environment Officer?

Environment Officer (EO) atau sering juga disebut Staf Lingkungan adalah profesional yang bertanggung jawab untuk memastikan seluruh aktivitas operasional perusahaan tidak merusak lingkungan dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Mereka adalah “polisi lingkungan” di dalam perusahaan. Tugas mereka adalah menyeimbangkan antara target produksi dengan kelestarian lingkungan. Di banyak perusahaan, peran ini sering digabung dalam departemen HSE (Health, Safety, and Environment).

Tugas dan Tanggung Jawab Utama (Bukan Cuma Limbah!)

Tugas seorang EO jauh lebih luas daripada sekadar pengelolaan limbah. Berikut adalah cakupan kerjanya:

1. Memastikan Kepatuhan Regulasi (Compliance)

Ini adalah tugas nomor satu. EO harus memastikan perusahaan memiliki izin lingkungan yang lengkap (seperti AMDAL/UKL-UPL) dan mematuhi baku mutu yang ditetapkan pemerintah.

2. Pengelolaan Limbah B3 dan Non-B3

Memang benar limbah adalah bagian dari tugasnya, tapi lingkupnya sangat teknis. EO harus memastikan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) disimpan, dikemas, dan diserahkan ke pihak ketiga sesuai aturan yang sangat ketat.

3. Monitoring Kualitas Lingkungan

EO wajib melakukan pemantauan rutin terhadap berbagai parameter lingkungan, seperti kualitas air limbah, emisi udara dari cerobong, kebisingan, dan kualitas udara ambien.

4. Pelaporan ke Pemerintah

Seorang EO harus menyusun laporan berkala (triwulan/semester) mengenai kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan dan melaporkannya ke Dinas Lingkungan Hidup atau KLHK melalui sistem seperti SIMPEL.

5. Implementasi Sistem Manajemen Lingkungan

Di perusahaan besar, EO bertanggung jawab menjalankan standar internasional ISO 14001, mulai dari perencanaan, implementasi, hingga persiapan audit eksternal.

Berapa Gaji Environment Officer di Indonesia?

Ini adalah pertanyaan yang sering diajukan. Gaji seorang Environment Officer cukup kompetitif, tergantung pada industri (Tambang/Migas biasanya lebih tinggi dari Manufaktur) dan pengalaman.

Skill Wajib untuk Menjadi Environment Officer

Untuk sukses di posisi ini, Anda memerlukan kombinasi hard skill dan soft skill:

Jenjang Karir dan Sertifikasi

Untuk mempercepat karir dan gaji, ijazah saja tidak cukup. Anda wajib memiliki sertifikat kompetensi yang diakui BNSP untuk membuktikan keahlian spesifik Anda, seperti:

Kesimpulan

Menjadi Environment Officer adalah pilihan karir yang mulia dan strategis. Anda berada di garis depan untuk memastikan industri tetap bisa berjalan tanpa mengorbankan bumi tempat kita tinggal. Ini bukan sekadar pekerjaan mengurus limbah, tapi pekerjaan menjaga masa depan.

Tertarik mendalami profesi ini? Hubungi kami di Sertifikasi Indonesia untuk berkonsultasi mengenai pelatihan dan sertifikasi lingkungan yang tepat untuk memulai atau meningkatkan karir Anda.

Baca juga: Menjadi Auditor SMK3: Puncak Karir & Syarat Lengkapnya

Exit mobile version